Thursday, April 7, 2016

Keluarlah dari kerumunan orang banyak untuk menjadi pemenang



Semua orang pernah merasakan yang namanya persaingan tentunya. Apalagi dalam mencari pekerjaan sungguh harus menyiapkan mental lebih untuk bersaing tentunya. 

Dulu sewaktu sekolah saya ingin secepatnya lulus dan segera memperoleh pekerjaan, hingga pada saatnya tiba sayapun telah lulus sekolah. Namun karena saya tidak suka bersaing, jadi pekerjaan yang saya peroleh ya seadanya, tapi saya beranggapan yang penting kerja itu akan lebih baik dari pada menganggur pastinya. 

Disisi lain dengan lulusan yang sama seperti saya yaitu SMK, teman-temanku telah diterima di PT atau pabrik besar dan gajihnyapun 8 kali lipat dari gajih saya tentunya. Tak heran setahun kemudian teman-temanku sudah dapat membeli motor sendiri dan handphone mahal tentunya. Sedangkan saya hanya mendapatkan sebuah handphone android pertama. 

Namun dibalik semua itu, saya tetap bersyukur karena merasa bangga dapat membeli apa yang kita iniginkan dengan uang sendiri tentunya. Seiring berjalannya waktu, perasaan ini semakin tidak nyaman dan selalu ingin menjadi seperti teman-teman yang lain yang sudah selangkah lebih maju dari saya. Meskipun sebenarnya masih sama saja, tapi bagi saya sendiri itu merupakan sebuah pukulan menyakitkan. 

Saya keluar dari peternakan tersebut dan kemudian mencoba bersaing dengan orang lain. Saya sebelumnya beranggapan diri ini tidak dapat bersaing, apalagi dengan orang-orang yang sudah berpengalaman. 

Dan hari itu saya mencoba membuka diri untuk menemukan jiwaku yang sesungguhnaya dalam sebuah persaingan kerja setelah saya resign dari tempat kerja sebelumnya. 

Saya pergi kekota dan membawa 7 surat lamaran. Kemudian saya poskan satu persatu ketujuh surat lamaran tersebut. Dengan tekad yang kuat, walaupun seorang diri tetap kuarungi persaingan ini. 

Satu bulan berlalu, kemudian dering hp pun berbunyi, itu adalah panggilan pertama untuk wawancara kerja, namun dengan pengalaman pertama bersaing mungkin perasaan saya sedikit tidak karuan dan akhirnya gagal karena grogi. Hingga ketiga panggilan berlalu. Kini tibalah bersaing untuk diterima di PT besar yang aku idamkan hanya 12 orang yang akan dipilih. 

Perasan ini semakin tidak karuan, detak jantungpun semakin kencang dan gemetar. 209 orang memenuhi ruangan, dan tes pertama pun diadakan. 

4 jam berakhir, tes  akan diumumkan, dan tanpa berlama-lama lagi hasilpun sudah dapat dilihat dipapan pengumuman. Dengan penuh rasa takut akhirnya saya memberanikan diri untuk melihatnya dan ternyata saya masuk kedalam orang-orang yang beruntung. Saya merasa bangga dengan diri ini karena mampu bersaing dengan orang-orang diluar sana. 

Setelah melewati pengalaman itu saya lebih yakin lagi untuk tidak takut untuk bersaing dengan siapapun didunia ini, tidak perduli dia orang hebat atau orang lama sekalipun dalam bidangnya. Yang  penting cukup dengan niat yang serius serta konsisten pasti kita bisa menghadapi kejamnya dunia ini yang penuh persaingan

4 comments:

  1. dengan niat, usaha dan do'a menurut saya tidak ada yang musthail di dunia ini.. sebab jika ketiga hal tersebut sudah dilakukan, dengan izin Sang Maha Kuasa kita dapat melampaui meski sangat kecil kemungkinannya.. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah benar juga ada yang kurang, belum ada do'a serasa belum sempurna. Terima kasih telah menyempurnakan teman

      Delete
  2. Alhamdulillah ternyata tulisan ini dapat memotivasi mas Thio

    ReplyDelete
  3. amin mas, semoga bisa menang dan nebjuari karya Internasional sesuai nama blognya ya mas hehe, amin

    ReplyDelete